Vinicius demand setara Mbappé saat negosiasi kontrak baru membuat suasana semakin tegang di ruang rapat Real Madrid. Permintaan untuk mendapatkan kompensasi yang sama dengan Kylian Mbappé kini menjadi titik panas, ketika pihak klub menolak arus tuntutan tersebut dan membuka kemungkinan keputusan besar di masa depan.
Status dan Kontrak Saat Ini
Vinicius masih terikat kontrak hingga musim panas 2027 dan mendapat bayaran sekitar €15–20 juta net per tahun, tergantung sumber. Dia kini berada di urutan ketiga tertinggi gaji di klub, di bawah Mbappé dan beberapa nama senior lainnya.
Isi Tuntutan Vinicius
Pemuda Brasil itu menuntut gaji tahunan lebih dari €25 juta netto, beserta bonus loyalitas yang membuat total paket melewati angka Mbappé. Enviro-nya menganggap ini sebagai bentuk keadilan atas kontribusi besar Vinicius dalam skuad Madrid selama ini.
Respons Tegas dari Real Madrid
Pihak klub menegaskan tidak akan menyamai paket kompensasi Mbappé, karena khawatir memicu ketidakseimbangan internal dan “wage war”. Mereka meminta Vinicius menurunkan ekspektasi jika ingin melanjutkan kontrak. Atau bersiap alternatif lain seperti penjualan di masa depan, termasuk kemungkinan menuju Saudi.
Dampak Ketegangan
Situasi ini menimbulkan ketegangan serius. Para analis seperti Tomás Roncero menyebut, Vinicius berisiko merusak reputasinya di klub. Jika terus memprioritaskan ekonomi dibanding reputasi dan performa seperti para legenda Madrid sebelumnya. Sementara itu, klub membekukan negosiasi sejak Juli 2025 dan membuka opsi menunggu satu musim untuk memberi kesempatan lebih lanjut dalam menyelesaikan polemik ini.
Saudi Menilai Harga Mahal
Sementara talks internal buntu, klub Saudi disebut menyiapkan tawaran luar biasa mencapai €350 juta plus paket kontrak senilai €1 miliar dalam lima tahun untuk Vinicius. Sebuah nilai yang bisa menyalip rekor transfer global.
Madrid Dilema: Vinicius Demand atau Stabilitas Finansial Tim?
Konflik personalisasi gaji antara Vinicius dan Real Madrid kini berstatus ketegangan terbuka. Vinicius tetap ingin menetap dan membuat sejarah di Bernabéu, namun syarat gaji selangit membuat negosiasi menjauh dari kesepakatan. Jika kedua pihak bertahan pada sikap masing-masing, 2025–26 bisa menjadi periode krusial: hasilnya bisa konsensus solusi, kontrak baru, atau justru jalan keluar ke Timur Tengah.