Netanyahu Perintahkan kepada militer Israel duduki total Jalur Gaza mempertegas eskalasi signifikan dalam operasi militer yang dinamai Operation Gideon’s Chariots. PM Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pada akhir ofensif ini, seluruh wilayah Jalur Gaza harus berada di bawah kendali keamanan Israel.
Alasan Dibalik Perintah Duduki Total Gaza
Menurut Netanyahu, tujuan utama adalah menghancurkan kekuatan Hamas, membebaskan sandera, serta memastikan wilayah Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan Israel. Ia menyebut gencatan senjata hanya mungkin jika syarat-syarat keras terpenuhi: pembebasan semua sandera, pelucutan senjata Hamas, dan pengusiran para pemimpin kelompok bersenjata dari Gaza.
Perluasan Operasi “Gideon’s Chariots” dan Kontrol Militernya
Israel saat ini telah menguasai sekitar 65–75% wilayah Gaza, sementara rencana mereka termasuk menduduki satu koridor tambahan, disebut Morag Corridor, serta memperkuat zona strategis seperti Koridor Philadelphi dan Netzarim. Israel mengatakan pasukan tidak akan mundur dari wilayah yang telah dikuasai hingga semua tujuan perang tercapai.
Dampak Kemanusiaan dan Ekspansi Pendudukan
Pemerintah Israel menyetujui pemindahan penduduk Gaza ke zona selatan “untuk melindungi mereka”, walaupun banyak pihak menilai ini sebagai bentuk pembersihan etnis terselubung. Saat ini, hampir seluruh penduduk Jalur Gaza telah mengungsi minimal sekali.
Respons Global dan Kekhawatiran Internasional
Rencana pendudukan total menuai kecaman luas. Negara-negara barat, termasuk AS, Kanada, dan Inggris mempertanyakan kebijakan ini. Seruan agar Israel menghentikan perang atau menyesuaikan pendekatan diplomatik semakin menguat seiring eskalasi krisis kemanusiaan di Gaza.
Tantangan Politik Domestik Israel
Netanyahu menghadapi tekanan internal, termasuk dari sekutu kanan dan oposisi yang menekankan risiko bagi sandera serta legitimasi negara. Aturan hukum dan konflik kepentingan politik juga menjadi sorotan publik setelah Netanyahu dilaporkan memecat jaksa agung di tengah situasi politik yang memanas.
Potensi Jalan Damai: Ceasefire Bersyarat?
Meskipun Netanyahu tetap menolak gencatan total, ia menyebut tetap terbuka terhadap gencatan sementara untuk menjamin pembebasan sandera. Pemerintah AS dikabarkan mendukung strategi “all or nothing” agar Hamas menyerah sepenuhnya sebelum pertukaran sandera dilakukan.
Kesimpulan: Ketika Strategi Militer Menjadi Kebijakan Permanen
Netanyahu Perintahkan kepada militer Israel duduki total Jalur Gaza menandai titik balik dalam konflik Israel-Palestina. Pendudukan total bukan hanya target taktis, tetapi diposisikan sebagai kebijakan permanen. Meski bertujuan meredam ancaman Hamas dan membebaskan sandera, kebijakan ini berisiko memperparah krisis kemanusiaan dan menciptakan isolasi diplomatik yang parah.