Ibukota Nepal, Kathmandu, dikejutkan oleh peristiwa dramatis ketika gedung parlemen Nepal dilalap api setelah diserang massa pengunjuk rasa pada Sabtu malam waktu setempat. Api berkobar cepat, memaksa aparat keamanan mengevakuasi ratusan anggota parlemen, staf, dan jurnalis.
baca juga : AION UT: Mobil Listrik Hemat Energi Terbaik untuk Perkotaan
Asap pekat terlihat hingga radius beberapa kilometer, sementara sirine pemadam kebakaran dan teriakan massa mewarnai malam yang mencekam. Peristiwa ini menandai eskalasi terbaru dalam krisis politik Nepal yang sudah berlarut-larut.
Kronologi Detil Kerusuhan
- Pukul 16.00 Waktu Setempat
Ribuan demonstran mulai berkumpul di lapangan sekitar kompleks parlemen. Awalnya aksi berlangsung damai dengan orasi dan spanduk. - Pukul 17.30
Ketegangan meningkat ketika sebagian pengunjuk rasa mencoba merobohkan barikade polisi. Petugas menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa. - Pukul 18.30
Bentrokan semakin sengit. Saksi mata melaporkan beberapa orang membawa bom molotov dan melemparkannya ke gerbang utama gedung parlemen. - Pukul 19.00–20.00
Api mulai merambat ke ruang sidang utama. Pemadam kebakaran kesulitan menembus kerumunan dan kecepatan api diperparah angin kencang. - Pukul 22.00
Sebagian besar bagian utara gedung, termasuk ruang sidang pleno dan kantor administrasi, terbakar habis sebelum api dapat dikendalikan.
Latar Belakang Kerusuhan
Kerusuhan ini dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap kebijakan ekonomi dan dugaan korupsi pejabat tinggi. Beberapa faktor utama yang memperburuk situasi:
- Inflasi Tinggi: Harga pangan dan bahan bakar melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir.
- Kebuntuan Politik: Koalisi pemerintahan tidak mampu menyepakati kebijakan penting, menimbulkan frustrasi rakyat.
- Kasus Korupsi Besar: Dugaan penyalahgunaan dana bantuan luar negeri menambah amarah publik.
Menurut analis politik, kombinasi masalah ekonomi, politik, dan lemahnya komunikasi pemerintah menciptakan “ledakan sosial” yang sulit dibendung.
Korban dan Kerugian
- Korban Luka: Sedikitnya 20 orang dilaporkan terluka, termasuk 7 aparat kepolisian dan 3 jurnalis.
- Kerusakan Bangunan: Sebagian besar ruang sidang, arsip sejarah, dan fasilitas administrasi ludes terbakar.
- Kerugian Material: Pemerintah Nepal memperkirakan kerugian mencapai puluhan juta dolar AS, mengingat gedung parlemen merupakan warisan sejarah yang dibangun sejak era kerajaan.
Arsip digital sebagian besar terselamatkan karena tersimpan di pusat data terpisah, namun koleksi dokumen fisik tak ternilai musnah.
Tanggapan Pemerintah
Perdana Menteri Nepal menggelar konferensi pers darurat dini hari dengan pernyataan tegas:
- Mengutuk Aksi Kekerasan: Menyebut pembakaran gedung parlemen sebagai “serangan terhadap demokrasi Nepal”.
- Keadaan Darurat Terbatas: Pemerintah memberlakukan jam malam di Kathmandu dan kota sekitarnya untuk mencegah kerusuhan meluas.
- Penangkapan Pelaku: Aparat diperintahkan menangkap provokator dan aktor intelektual di balik kerusuhan, dengan fokus pada penyelidikan pendanaan aksi anarkis.
Pemerintah juga meminta bantuan teknis dari India dan Tiongkok untuk pemadaman dan rehabilitasi cepat.
Dampak Politik dan Ekonomi
Kerusuhan ini menimbulkan efek domino terhadap stabilitas Nepal:
- Ketidakpastian Politik: Tekanan kuat agar perdana menteri mundur atau mengadakan pemilu dini.
- Kepercayaan Investor Menurun: Investor asing menunda proyek infrastruktur dan energi terbarukan.
- Pariwisata Terancam: Nepal, yang mengandalkan pariwisata Himalaya, diperkirakan mengalami penurunan tajam kunjungan wisatawan.
- Hubungan Diplomatik: Negara tetangga menyoroti potensi penyebaran instabilitas ke kawasan Asia Selatan.
Reaksi Internasional
- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan dialog damai dan menawarkan mediasi untuk menurunkan ketegangan.
- India mengekspresikan keprihatinan, menyiagakan pasukan di perbatasan, dan siap menyalurkan bantuan kemanusiaan.
- Uni Eropa dan Amerika Serikat mendesak pemerintah Nepal menghormati hak asasi manusia dalam menangani demonstran.
Upaya Pemulihan
Pemerintah Nepal merencanakan langkah pemulihan:
- Rekonstruksi Gedung Parlemen dengan dukungan arsitek lokal dan bantuan internasional.
- Dialog Nasional antara pemerintah, oposisi, dan perwakilan masyarakat sipil untuk mencegah konflik berkepanjangan.
- Reformasi Ekonomi untuk mengatasi inflasi dan mengembalikan kepercayaan publik.
Penutup
Tragedi pembakaran gedung parlemen di Nepal menjadi peringatan keras atas rapuhnya stabilitas politik di kawasan Himalaya. Dunia kini menanti langkah nyata pemerintah dan oposisi Nepal untuk meredakan ketegangan, memulihkan kepercayaan rakyat, dan menjaga demokrasi agar tidak runtuh di tengah gelombang kemarahan sosial yang belum mereda.