Tottenham Hotspur resmi kehilangan salah satu pemain terpentingnya setelah Cristian Romero meninggalkan klub dan bergabung dengan Atletico Madrid. Bek tengah asal Argentina tersebut menandatangani kontrak hingga Juni 2031 bersama klub La Liga itu. Kepindahan Romero menjadi kehilangan besar bagi Tottenham, bukan hanya dari sisi kualitas pertahanan, tetapi juga kepemimpinan karena ia merupakan kapten Spurs.
Atletico Madrid dikabarkan membayar sekitar £34,2 juta atau sekitar €40 juta untuk mendapatkan Romero. Nilai tersebut belum termasuk kemungkinan komponen tambahan, sementara angka resmi transfer tidak diumumkan oleh kedua klub.
Cristian Romero Resmi Tinggalkan Tottenham
Cristian Romero mengakhiri perjalanan lima tahunnya bersama Tottenham. Ia awalnya bergabung dari Atalanta pada 2021 dengan status pinjaman sebelum transfer permanen kemudian diselesaikan.
Selama memperkuat Spurs, Romero berkembang menjadi salah satu bek tengah paling penting di skuad. Ia mencatatkan 156 penampilan dan 13 gol untuk Tottenham di semua kompetisi. Ia juga menjadi bagian dari tim yang memenangkan Liga Europa 2024/25, sekaligus mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik dalam kompetisi tersebut.
Setelah kepergian Son Heung-min, Romero kemudian dipercaya menjadi kapten Tottenham. Karena itu, transfer ke Atletico Madrid membuat Spurs kehilangan sosok pemimpin sekaligus pemain inti di lini belakang.
Atletico Madrid Amankan Romero hingga 2031
Atletico Madrid bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan Cristian Romero. Pelatih Diego Simeone mendapatkan bek yang dikenal memiliki karakter agresif, kuat dalam duel, dan berani bermain di depan.
Profil tersebut sangat cocok dengan gaya permainan Atletico. Romero juga mempunyai pengalaman besar di level internasional bersama Argentina. Ia merupakan bagian dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022 dan Copa America 2021 serta 2024.
Kontrak jangka panjang hingga 2031 menunjukkan besarnya kepercayaan Atletico terhadap pemain berusia 28 tahun tersebut.
Romero sendiri menyambut kepindahannya dengan ambisi besar. Setelah meninggalkan London, ia ingin membantu Atletico memenangkan trofi dan menorehkan namanya dalam sejarah klub.
Tottenham Kehilangan Pemimpin di Lini Belakang
Bagi Tottenham, persoalan terbesar bukan hanya bagaimana menggantikan kemampuan Romero dalam bertahan.
Spurs juga harus mencari sosok yang mampu mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan di ruang ganti. Romero merupakan kapten klub dan salah satu pemain senior yang menjadi pusat perhatian di lini belakang.
Dengan kepergiannya, Tottenham harus segera menentukan siapa yang akan mengenakan ban kapten berikutnya. Sejumlah nama seperti James Maddison, Micky van de Ven, dan Guglielmo Vicario dapat masuk dalam pembicaraan mengenai struktur kepemimpinan baru Spurs.
Pergantian kapten menjadi semakin penting karena Tottenham sedang memasuki fase baru bersama pelatih Roberto De Zerbi.
Spurs Sudah Menyiapkan Beberapa Opsi di Posisi Bek
Menariknya, Tottenham tidak sepenuhnya tanpa persiapan menghadapi kepergian Romero.
Spurs sebelumnya telah mendatangkan Jan Paul van Hecke dan Marcos Senesi untuk memperkuat posisi bek tengah. Kedatangan dua pemain tersebut memberikan indikasi bahwa klub memang sudah mengantisipasi kemungkinan Romero meninggalkan London.
Micky van de Ven juga tetap menjadi salah satu pilihan utama di lini belakang. Selain itu, Tottenham memiliki sejumlah opsi lain yang dapat dimainkan di posisi bek tengah.
Namun, menggantikan Romero secara langsung bukan perkara mudah. Pemain Argentina tersebut memiliki kombinasi agresivitas, kemampuan membaca permainan, kualitas duel, serta pengalaman memimpin yang tidak otomatis dimiliki pemain baru.
Jan Paul van Hecke Bisa Jadi Kandidat Pengganti
Salah satu nama yang paling menarik untuk mengisi posisi Romero adalah Jan Paul van Hecke.
Bek asal Belanda tersebut sudah berada di Tottenham dan sebelumnya disebut sebagai kandidat ideal untuk menggantikan Romero. Legenda Spurs, Sandro, bahkan menilai Van Hecke sebagai sosok yang cocok menjadi penerus pemain Argentina tersebut.
Van Hecke memiliki pengalaman di Premier League dan dikenal nyaman ketika membangun serangan dari lini belakang. Kemampuannya dalam membaca permainan juga dapat membantu Tottenham mempertahankan struktur pertahanan.
Meski demikian, tekanan untuk menggantikan seorang kapten seperti Romero tentu berbeda dengan sekadar mengisi posisi bek tengah.
Micky van de Ven Jadi Pilar Penting
Micky van de Ven juga diperkirakan akan memiliki peran yang semakin besar.
Bek asal Belanda tersebut sudah menjadi bagian penting Tottenham dan mempunyai keunggulan utama dalam hal kecepatan. Kemampuan tersebut sangat berguna ketika Spurs memainkan garis pertahanan tinggi.
Namun, kehilangan Romero dapat membuat Van de Ven harus mengambil lebih banyak tanggung jawab. Ia bukan hanya dituntut tampil konsisten, tetapi juga menjadi salah satu pemimpin baru di lini belakang.
Dengan struktur pertahanan yang baru, kerja sama Van de Ven dengan pemain seperti Van Hecke dan Senesi akan menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan pada musim 2026/27.
Tottenham Harus Menentukan Kapten Baru
Selain mencari pengganti di lapangan, Tottenham juga menghadapi persoalan mengenai ban kapten.
Romero mengambil alih peran tersebut setelah Son Heung-min meninggalkan klub. Kini Spurs kembali harus melakukan perubahan kepemimpinan dalam waktu relatif singkat.
James Maddison menjadi salah satu kandidat yang menarik. Ia memiliki pengalaman sebagai pemain senior dan sebelumnya pernah menjadi wakil kapten Tottenham bersama Romero.
Sementara itu, pemain seperti Van de Ven dan Vicario juga dapat menjadi bagian dari kelompok kepemimpinan baru.
Keputusan tersebut akan menjadi salah satu tugas penting Roberto De Zerbi sebelum musim berjalan lebih jauh.
Mengapa Romero Penting bagi Tottenham?
Romero bukan sekadar bek tengah dengan kemampuan bertahan yang kuat. Gaya bermainnya sangat agresif dan proaktif.
Ia berani keluar dari garis pertahanan untuk menekan lawan, melakukan intersepsi, dan membantu tim mempertahankan penguasaan bola. Karakter tersebut membuatnya menjadi pemain yang sangat penting dalam sistem yang membutuhkan bek tengah aktif.
Selama lima musim di Tottenham, ia juga mengalami perkembangan dari pemain baru menjadi salah satu figur utama klub.
Karena itu, penggantinya harus mampu memberikan kontribusi dalam lebih dari satu aspek.
Atletico Mendapat Bek Berpengalaman
Sementara Tottenham sibuk mencari solusi, Atletico Madrid mendapatkan pemain yang sesuai dengan karakter klub.
Romero memiliki mentalitas kompetitif dan pengalaman memenangkan trofi bersama Argentina. Ia juga pernah merasakan tekanan bermain di Premier League serta kompetisi Eropa.
Bersama Simeone, karakter tersebut berpotensi semakin menonjol.
Atletico membutuhkan bek yang tidak takut melakukan duel dan mampu memberikan energi besar di lini belakang. Romero memenuhi banyak kriteria tersebut.
Kombinasinya dengan pemain-pemain Atletico lainnya membuat transfer ini berpotensi menjadi salah satu perekrutan penting klub pada musim panas 2026.
Transfer Romero Jadi Tantangan Besar bagi De Zerbi
Roberto De Zerbi kini memiliki pekerjaan besar untuk membangun kembali pertahanan Tottenham.
Pelatih asal Italia itu harus menemukan kombinasi bek tengah terbaik sekaligus membangun kembali struktur kepemimpinan tim. Kehadiran Van Hecke, Senesi, Van de Ven, dan pemain lainnya memberikan pilihan, tetapi belum tentu menghasilkan stabilitas yang sama seperti ketika Romero menjadi pusat pertahanan.
Tottenham juga harus bergerak cepat apabila De Zerbi menilai masih membutuhkan satu bek tengah tambahan.
Dengan bursa transfer yang masih menjadi arena persaingan, Spurs perlu memastikan kepergian Romero tidak meninggalkan lubang besar dalam skuad.
Kesimpulan
Cristian Romero resmi meninggalkan Tottenham dan bergabung dengan Atletico Madrid hingga Juni 2031. Transfer tersebut dilaporkan bernilai sekitar €40 juta atau £34,2 juta. Setelah lima musim di London, Romero meninggalkan Spurs dengan catatan 156 penampilan dan 13 gol.
Bagi Atletico Madrid, Romero merupakan tambahan berkualitas untuk memperkuat pertahanan dan menambah pengalaman di skuad Diego Simeone.
Sebaliknya, Tottenham menghadapi pekerjaan besar. Spurs bukan hanya harus mencari pengganti kualitas Romero sebagai bek tengah, tetapi juga harus menentukan kapten baru setelah kepergian sang pemain.
Jan Paul van Hecke, Micky van de Ven, dan Marcos Senesi menjadi beberapa opsi yang sudah tersedia. Namun, tantangan terbesar Tottenham adalah menemukan pemain yang mampu mengisi kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan Romero.
Musim 2026/27 pun akan menjadi ujian penting bagi Roberto De Zerbi dalam membuktikan bahwa Tottenham tetap mampu bersaing tanpa salah satu figur terpenting mereka dalam beberapa musim terakhir.